Bagi mahasiswa yang mengejar publikasi sebagai syarat kelulusan, memastikan jurnal tujuan tetap terindeks di Scopus adalah langkah krusial. Pasalnya, Scopus secara rutin melakukan evaluasi dan memberhentikan (discontinue) jurnal yang dianggap melanggar etika publikasi atau mengalami penurunan kualitas drastis.
Agar riset Anda tidak sia-sia, berikut adalah sumber daya resmi dan cara valid untuk melakukan verifikasi mandiri:
Scopus memperbarui daftar jurnal yang telah diberhentikan secara berkala (biasanya setiap bulan). Anda dapat mengunduh file Excel resmi yang berisi daftar jurnal yang sudah tidak lagi terindeks.
Link Resmi: Scopus Source List (Download File Excel)
Cara: Scroll ke bagian "Source title list", unduh file tersebut, dan lihat pada sheet "Discontinued titles".
Sebelum submit, cek profil jurnal langsung di database Scopus untuk melihat cakupan tahun indeksasinya.
Link Resmi: Scopus.com - Sources
Tips: Masukkan nama jurnal atau ISSN. Jika tertulis "Coverage discontinued in Scopus", maka jurnal tersebut sudah tidak berlaku lagi.
SCImago menyediakan data statistik pertumbuhan jurnal. Jika jumlah dokumen melonjak tajam namun sitasi menurun, itu adalah sinyal bahaya.
Link Resmi: SCImago Journal & Country Rank
Tips: Jurnal yang sehat biasanya memiliki grafik pertumbuhan yang stabil, bukan lonjakan vertikal yang mencurigakan dalam satu tahun.
Meskipun bukan daftar resmi dari Scopus, daftar ini menjadi rujukan global untuk mengidentifikasi penerbit yang memiliki praktik "predator" atau tidak etis.
Link Referensi: Beall's List of Potential Predatory Journals
"Jangan pernah hanya percaya pada logo Scopus di website jurnal. Selalu lakukan kroscek di Scopus Sources dan pastikan jurnal tersebut masih aktif di tahun berjalan," saran seorang pustakawan akademik.
Selain mengecek link di atas, sangat disarankan untuk menggunakan perangkat Scopus Content Selection and Advisory Board (CSAB) sebagai panduan memahami standar kualitas yang diinginkan oleh Scopus.